Jumat, 24 April 2009

ARTI SEORANG IBU BAGIKU…

alannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih dari 60 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai beberapa anak perempuan, ia harus tinggal di rumah , karena kehadirannya mungkin dianggap merepotkan. pasti Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan anak anaknya.

Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Allah azza wazala di mana ia telah dikaruniakan beberapa anak. dan Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki , Ini ia lakukan semua agar ia bisa mendidik anak anaknya .

Ingatkah waktu kecil dulu Ibu kita yang selalu menemani kita ketika kita pergi?

Kita yang dulu lemah yang selalu dibimbing oleh ibu kita hingga menjadi seperti sekarang.

Ibu kita yang selalu tersenyum pada kita walaupun kita dimarahi oleh Ayah kita

Sadarkah Ibu adalah seorang yang sangat sabar

Apakah Ibu kita pernah marah kalau kita pergi dengan kekasih dunia kita

Apakah Ibu kita pernah sedih saat kita sudah menikah dan tidak tinggal serumah lagi dengan Ibu kita

Apakah Ibu kita pernah marah kalau kita tidak bisa menjadi dokter karena kita tidak mampu

Apakah Ibu kita pernah marah kalau kita tidak bisa menjadi seorang polisi atau ABRI karena kita tidak memiliki jiwa patriotisme

Apakah Ibu kita pernah marah kalau nilai ujian kita jelek

Apakah kita sadar seorang Ibu selalu menyalahkan dirinya apabila kita mendapat nilai ujian jelek

Apakah kita sadar kalau Ibu kita merasa gagal mendidik kita kalau kita tidak bisa mewujudkan cita-cita kita

Apakah kita sadar Ibu kita yang selalu mengenang masa-masa indah ketika kita masih kecil kita selalu bermain bersama sang Ibu, dan ketika sudah besar kita lebih sering meninggalkan Ibu kita sendirian di rumah

Apakah kita sadar saat kita menikah Ibu kita akan merasa kesepian karena diusianya yang sudah senja kita bukannya menemaninya malah kita tinggal bersama orang lain yang kita temukan pada saat kita dewasa.

Saya tahu kita semua mungkin belum bisa membalas jasa-jasa Ibu kita, tapi minimal menyambut bulan Suci Ramadhan ini kita bisa meminta maaf atas semua kesalahan kita pada Ibu kita.

Saya tahu mungkin sebagian dari kita sudah tidak memiliki Ibu lagi, saya tidak ingin kita yang masih memiliki Ibu masih menunda-nunda waktu untuk minta maaf, saya tidak ingin ketika pulang nanti ketika sampai di rumah kita sudah menemukan Ibu kita sudah tak bernyawa.

Saya juga tidak ingin kita semua yang belum bisa membahagiakan Ibu kita juga tidak sempat meminta maaf atas semua kesalahan yang kita berbuat karena kelalaian kita

Ingatkah waktu kecil dulu Ibu kita yang selalu menemani kita ketika kita pergi?

Kita yang dulu lemah yang selalu dibimbing oleh ibu kita hingga menjadi seperti sekarang.

Ibu kita yang selalu tersenyum pada kita walaupun kita dimarahi oleh Ayah kita

Sadarkah Ibu adalah seorang yang sangat sabar

Apakah Ibu kita pernah marah kalau kita pergi dengan kekasih dunia kita

Apakah Ibu kita pernah sedih saat kita sudah menikah dan tidak tinggal serumah lagi dengan Ibu kita

Apakah Ibu kita pernah marah kalau kita tidak bisa menjadi dokter karena kita tidak mampu

Apakah Ibu kita pernah marah kalau kita tidak bisa menjadi seorang polisi atau ABRI karena kita tidak memiliki jiwa patriotisme

Apakah Ibu kita pernah marah kalau nilai ujian kita jelek

Apakah kita sadar seorang Ibu selalu menyalahkan dirinya apabila kita mendapat nilai ujian jelek

Apakah kita sadar kalau Ibu kita merasa gagal mendidik kita kalau kita tidak bisa mewujudkan cita-cita kita

Apakah kita sadar Ibu kita yang selalu mengenang masa-masa indah ketika kita masih kecil kita selalu bermain bersama sang Ibu, dan ketika sudah besar kita lebih sering meninggalkan Ibu kita sendirian di rumah

Apakah kita sadar saat kita menikah Ibu kita akan merasa kesepian karena diusianya yang sudah senja kita bukannya menemaninya malah kita tinggal bersama orang lain yang kita temukan pada saat kita dewasa.

Saya tahu kita semua mungkin belum bisa membalas jasa-jasa Ibu kita, tapi minimal menyambut bulan Suci Ramadhan ini kita bisa meminta maaf atas semua kesalahan kita pada Ibu kita bagi yang ibunya masih hidup,.dan mendoakan bagi yang ibunya sudah mendahului meninggalkan dunia.

Saya tahu mungkin sebagian dari kita sudah tidak memiliki Ibu lagi, saya tidak ingin kita yang masih memiliki Ibu masih menunda-nunda waktu untuk minta maaf, saya tidak ingin ketika pulang nanti ketika sampai di rumah kita sudah menemukan Ibu kita sudah tak bernyawa.

Saya juga tidak ingin kita semua yang belum bisa membahagiakan Ibu kita juga tidak sempat meminta maaf atas semua kesalahan yang kita berbuat karena kelalaian kita Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga. Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun.

Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja "Mother’s Day" sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu. Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah.

Renungkanlah: Kapan terakhir kali menelpon Ibu? menanyakan kabar..?Kapan terakhir mengundang Ibu, untuk makan bersama ? Kapan terakhir kali mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu yang telah melahirkan ? Dan kapankah terakhir kali berdoa untuk Ibu ?

Berikanlah kasih sayang selama Ibu masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi ,..

Ibu ,…Semoga Allah Swt membawamu kedalam surganya,..Doa dari anakmu,.

Ya..Allah,.Lapangkanlah Kubur ibu dan Ayahku,..raihlah keduanya kedalam Syurgamu,.berikanlah keduanya kebahagiaan di akhirat,..setelah mendidik dan membesarkan kami anak anaknya sebesar dan hingga seperti sekarang ini selama hidupnya,…tiada yang sanggup membalaskan keperihan selama mengasuh aku dan saudara-saudariku,..hanya engkau yang bisa memberikan kebaikan dan kebahagiaan ,….maafkanlah segala kesalahn kedua orang tuaku,.baik disengaja maupun tidak disengaja,.karena aku tahu,.apabila sampai khilaf melakukan kesalahan ,.tak lain hanyalah untuk membahagiakan kami sebagai anak anaknya…..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

apa kesan saat anda membaca blog saya nie?...